Majalengka (07/12) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, menggelar Evaluasi Tahun Pertama Kinerja Anggota DPR RI Periode 2024–2029 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Penulisan Laporan dan Jurnalisme Warga serta Peluncuran Logo Kampanye Nasional “The A’s Team: Dari Dapil Jabar IX Untuk Indonesia Raya”.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dua malam, pada Senin hingga Rabu, 5–7 Januari 2026, bertempat di Point of View Hotel and Resort, Majalengka. Peserta kegiatan terdiri atas tim internal yang meliputi tenaga ahli, staf ahli, liaison officer dari daerah pemilihan, serta anggota DPRD Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang.
Evaluasi kinerja tahun pertama ini menjadi momentum penting karena 2025 merupakan tahun pertama penuh masa kerja DPR RI periode 2024–2029. Ateng Sutisna menilai tahun awal tersebut perlu dijadikan pijakan untuk mengukur secara objektif kinerja representasi yang telah ia jalankan sebagai anggota DPR RI dari Jawa Barat IX, sekaligus menyusun arah perbaikan kerja ke depan agar lebih terukur dan berdampak hingga akhir periode.
Dalam sambutannya, Ateng menegaskan bahwa evaluasi kinerja tidak boleh berhenti pada capaian administratif seperti jumlah rapat atau tingkat kehadiran semata, melainkan harus mampu mengukur kualitas advokasi kebijakan dan dampaknya bagi masyarakat daerah pemilihan.
“Evaluasi ini penting agar kita bisa membedakan mana sekadar output administratif dan mana outcome kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Wakil rakyat harus berani mengukur dirinya secara jujur dan objektif,” ujar Ateng.
Sebagai daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang, Jawa Barat IX merupakan wilayah strategis dengan kekuatan sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang berkontribusi penting dalam pembangunan nasional. Di tengah percepatan pembangunan dan kehadiran berbagai proyek strategis, kawasan ini juga menghadapi tantangan serius terkait isu agraria, lingkungan hidup, serta ketimpangan antara desa dan kawasan industri.
Melalui evaluasi kinerja tahun pertama ini, Ateng berupaya memetakan secara objektif capaian kerja sepanjang 2025, sekaligus mengidentifikasi isu-isu strategis daerah yang telah dan belum teradvokasi di tingkat nasional. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan agenda kerja tahun 2026 yang lebih fokus, terukur, dan berbasis kebutuhan konstituen.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis penulisan laporan dan jurnalisme warga sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik. Menurut Ateng, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi dan aspirasi secara tertulis merupakan elemen penting dalam membangun demokrasi yang sehat, terbuka, dan akuntabel.
Peluncuran logo kampanye nasional “The A’s Team: Dari Dapil Jabar IX Untuk Indonesia Raya” menjadi bagian dari penguatan identitas kerja dan komunikasi publik. Logo ini dirancang sebagai representasi semangat kebersamaan, soliditas tim, serta kesinambungan perjuangan yang berangkat dari daerah pemilihan menuju kontribusi yang lebih luas di tingkat nasional.
Ateng menilai bahwa basis perjuangan di daerah merupakan fondasi utama dalam membangun arah kebijakan nasional yang berpihak pada rakyat. Melalui peluncuran identitas tersebut, ia berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa kekuatan daerah, termasuk Subang, Majalengka, dan Sumedang, memiliki peran strategis dalam memperkuat Indonesia secara keseluruhan.
Ia berharap, evaluasi kinerja tahun pertama ini tidak hanya menjadi laporan internal, tetapi juga melahirkan narasi kinerja publik yang jujur, mudah dipahami, dan berbasis data. Narasi tersebut akan digunakan sebagai bahan laporan kinerja tahunan, rilis media, serta dialog publik bersama masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Evaluasi ini menjadi cara kami menjaga akuntabilitas dan memastikan kerja ke depan lebih terarah, berdampak, dan benar-benar berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.