Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Jaga Hutan, Jaga Kehidupan: Johan Rosihan Minta Pemerintah Bertindak Serius Atasi Kerusakan Hutan Pemicu Banjir Besar

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (10/12) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menegaskan bahwa banjir bandang yang melanda Sumatera Utara harus menjadi alarm keras bagi seluruh pihak untuk menghentikan kerusakan hutan dan memperkuat upaya perlindungan lingkungan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada Senin (08/12).

Johan menyebut kejadian di Sumatera Utara hanyalah bagian dari rangkaian bencana yang dipicu kerusakan ekosistem di banyak daerah di Indonesia.

“Kejadian banjir bandang di Sumatera Utara itu membuka mata semua pihak. Termasuk di Papua, di Kalimantan, bahkan di Dapil saya di Sumbawa. Ini sudah harus menjadi peringatan keras kepada kita semua, bukan hanya pemerintah tapi juga rakyat,” ujar Johan.

Ia menyoroti bahwa kondisi hutan Indonesia berada pada titik kritis dan membutuhkan penanganan segera.

“Kondisi hutan kita saat ini sudah sangat, sudah sangat rusak. Mari kita belajar dari kejadian Sumatera ini, mari kita jaga hutan kita,” tegasnya.

Johan juga memberikan perhatian khusus kepada Panitia Kerja (Panja) terkait alih fungsi lahan di Komisi IV DPR RI. Ia menegaskan bahwa Panja harus bekerja secara serius tanpa kompromi.

“Kepada Komisi IV yang sudah membentuk Panja alih fungsi lahan, itu harus bekerja dengan serius. Tidak boleh main-main, karena memang kondisi hutan sudah sangat rusak,” ucapnya.

Menurut Johan, bencana banjir menunjukkan betapa mahalnya nilai ekologis hutan ketika kerusakan sudah terjadi.

“Satu titik hutan kita rusak baru kita tahu nilai ekologisnya. Kerugiannya di mana-mana, baik material maupun lainnya yang sangat besar akibat banjir ini,” tuturnya.

Johan mengajak semua pihak untuk kembali melihat hutan sebagai sumber kehidupan yang harus diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi mendatang.

“Bangun kesadaran bersama agar hutan kembali kita hijaukan, kita jaga bersama-sama, karena itu sumber penghidupan kita. Jaga hutan kita, jaga kehidupan kita. Wariskan hutan yang baik kepada anak cucu kita,” tutupnya.