Jakarta (10/12) — Menjelang Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Hadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi cuaca ekstrem dan rangkaian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia, khususnya Sumatra. Hal itu ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (08/12).
Abdul Hadi menyampaikan bahwa periode Desember hingga Februari merupakan fase cuaca ekstrem yang membutuhkan langkah antisipatif ekstra dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Desember, Januari, Februari itu adalah iklim yang sangat ekstrem, sehingga memang butuh pengawalan, butuh mitigasi yang lebih awal dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan peralatan di titik-titik rawan risiko.
“Kami minta pemerintah harus menyiagakan baik itu sumber daya manusianya dan peralatan-peralatan beratnya di tempat-tempat tersebut,” tegasnya.
Abdul Hadi menyoroti kerusakan infrastruktur yang cukup parah di sejumlah daerah di Sumatra akibat bencana hidrometeorologi dalam beberapa pekan terakhir.
“Infrastruktur kita hampir sekian banyak yang rusak. Karena kondisi ini di luar kemampuan pemerintah daerah, maka keterlibatan hadirnya pemerintah pusat itu agar bisa tumbuh kembali masyarakat kita,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar seperti jembatan, jalan, dan irigasi harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR.
“Masyarakat kita harus bisa melalui jembatan yang layak dulu, kemudian jalan dibersihkan, dan irigasi yang baik,” jelasnya.
Lebih jauh, Abdul Hadi juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu lintas lembaga.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa lebih tegas sebenarnya dalam bentuk bencana nasional sehingga semua unsur, baik TNI, Polri, kementerian dan lembaga, serta masyarakat bahkan luar negeri itu bisa ikut nimbrung mempercepat mengatasi kebencanaan yang besar,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya pembelajaran kolektif serta peningkatan kewaspadaan di seluruh daerah.
“Harus menjadi pelajaran yang baik kesiap-siagaan dari semua pemerintah daerah itu bisa untuk mengantisipasi lebih awal. Kita bersama-sama siap untuk menghadapi hal-hal yang di luar kemungkinan,” tutupnya.