Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Aleg FPKS Minta Penguatan Investasi dan Hilirisasi Dorong Pertumbuhan Nyata

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (03/12) — Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XII DPR RI dan Menteri Investasi digelar di Kompleks Parlemen. Berbagai isu strategis terkait peningkatan investasi nasional menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut.

Anggota Komisi XII Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., menyoroti target peningkatan investasi dari Rp9.000 triliun menjadi Rp13.000 triliun dalam lima tahun mendatang guna mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen. “Penguatan SDM, organisasi, dan sistem perlu dikawal serius agar target nasional tercapai,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mendorong investasi komoditas yang memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Cerita mengenai potensi kelapa menjadi perhatian karena nilai investasinya yang terjangkau namun produktif. “Setiap kabupaten-kota harus memiliki produk unggulan yang hilirisasinya diperkuat,” pungkas Jalal.

Pengalaman lokal kemudian dibagikan legislator asal Dapil Jabar VII melalui kisah perajin rebana di Brebes yang mampu menyejahterakan masyarakat selama puluhan tahun. Contoh tersebut menunjukkan bahwa komoditas sederhana dapat menjadi penggerak ekonomi daerah bila dikelola dengan konsisten.

Masukan dari kawasan industri di Bekasi dan Karawang turut disampaikan, mencakup dorongan penyederhanaan perizinan dan penguatan sistem OSS. “Integrasi dengan sistem kawasan industri penting agar investor tidak menghadapi proses perizinan berulang,” tegas Jalal.

Ia juga menyoroti kebutuhan penguatan infrastruktur, termasuk akses jalan, pelabuhan, dan logistik yang menentukan daya saing industri. Jalal menyebut bahwa insentif berbasis kinerja seperti tax holiday perlu diarahkan kepada teknologi hijau dan sektor pencipta lapangan kerja.

Di bidang promosi investasi, Jalal mendorong pengembangan profil kawasan industri digital dan roadshow internasional bersama pemerintah daerah dan pemilik kawasan. “Langkah ini penting untuk menarik investasi pada sektor prioritas jangka menengah dan panjang,” tutupnya.