Jakarta (25/11) — Raker Komisi IV dan Kementan terhadap realisasi APBN 2025 per November berlangsung cukup dinamis. Paparan Menteri Pertanian dan jajaran di hadapan Komisi IV ditanggapi dengan data dan angka serta realita lapangan oleh semua fraksi dengan teliti dan tajam.
“Serapan anggaran per November ini baru 70% bersama dengan OC, perlu percepatan dan kontrol kuat di pelaksanaannya. Komisi IV meminta kepada Menteri Pertanian dan jajaran agar kerja lebih keras dalam penyerapan anggaran untuk program kerakyatan,” papar Riyono Caping, Aleg Komisi IV DPR Dapil 7 Jateng.
Capaian kinerja berbasis target 2025, khususnya pangan, cukup bagus dan menggembirakan. Mulai harga gabah di level petani cukup bagus di kisaran Rp6.500–Rp7.300/kg untuk GKP. Harga jagung HET Rp5.500. Suasana di petani dan penggilingan padi kecil bersemangat untuk menanam padi kembali.
“Capaian stok beras nasional yang tembus 3,9 juta ton tidak lepas dari kerja keras para penyuluh pertanian. Insyaallah per 1 Januari 2026 status mereka sudah menjadi pegawai Kementan. Perjuangan sejak raker pertengahan 2025 memastikan bahwa penyuluh harus lebih baik kesejahteraannya,” tambah Riyono Caping.
Riyono, setelah raker dan ngobrol santai dengan Menteri Pertanian, menyampaikan bahwa ada sisa anggaran Rp2,1 triliun untuk APBN 2025 yang bisa dioptimalkan dengan usulan penambahan fasilitas motor roda dua bagi para penyuluh pertanian.
“Ada 33 ribu penyuluh pegawai Kementan, jika anggaran Rp2,1 triliun dialokasikan untuk motor maka cukup menggunakan Rp999 miliar membuat penyuluh bisa senang,” tutup Riyono.