Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Hendry Munief Dorong Generasi Muda Melek Kebijakan Publik dan Berdaya Saing dalam Kunjungan DI Al Hikmah Jakarta

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (20/11) — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, H. Hendry Munief, MBA., menerima rombongan DI Al Hikmah Jakarta dalam agenda kunjungan aspirasi di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11). Sebanyak 40 peserta hadir untuk memahami secara langsung proses perumusan kebijakan dan peran DPR RI, khususnya Fraksi PKS, dalam kerja-kerja legislasi dan pengawasan.

Perwakilan DI Al Hikmah Jakarta menyampaikan bahwa kehadiran mereka bertujuan memberikan wawasan bagi para pelajar mengenai bagaimana kebijakan publik dirancang, bagaimana Fraksi PKS berperan dalam parlemen, serta pentingnya literasi politik sejak dini. Mereka juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pendampingan dari anggota dewan, Setjen DPR RI, dan Tenaga Ahli Fraksi.

Dalam sambutannya, Hendry Munief menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada generasi muda yang ingin memahami kerja-kerja DPR. “Selamat datang adik-adik Al Hikmah. Saya berharap kegiatan ini membuka wawasan kalian tentang bagaimana kebijakan dirumuskan dan bagaimana DPR menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Fraksi PKS selalu membuka ruang dialog warga melalui Hari Aspirasi yang digelar setiap Selasa dan Jumat.

Hendry juga menjelaskan struktur kelembagaan DPR RI, termasuk tugas 13 komisi yang bermitra dengan kementerian sesuai bidang kerja masing-masing. Ia tak lupa memberikan dorongan motivatif kepada para peserta. “Saya berharap suatu saat ada di antara kalian yang duduk di kursi DPR RI, ikut berkontribusi merumuskan kebijakan yang membawa Indonesia lebih maju,” tuturnya.

Dalam sesi diskusi, Hendry memberikan sejumlah penjelasan penting terkait industri dan UMKM, pengembangan potensi generasi muda, persoalan energi di daerah yang belum stabil, proses penyusunan undang-undang yang melibatkan publik, hingga strategi pemerataan pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya ekosistem yang adil bagi UMKM. “UMKM menyumbang 61 persen PDB kita. Karena itu industri besar dan kecil harus saling menguatkan melalui pola kolaborasi seperti orangtua asuh,” jelasnya.

Terkait persoalan listrik di Kalimantan Barat, Hendry menegaskan bahwa perbaikan tata kelola sektor energi menjadi prioritas pemerintah. Ia menyebut bahwa BUMN energi harus sehat secara manajerial agar layanan masyarakat, termasuk akses listrik di wilayah terluar, dapat meningkat.

Di akhir pertemuan, Hendry kembali menegaskan pentingnya generasi muda memahami dinamika kebijakan publik sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran politik yang konstruktif bagi para pelajar.