Jakarta (18/11) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya untuk mengawal penyaluran subsidi pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat kurang mampu. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).
Rahmat menjelaskan bahwa Komisi IV saat ini memonitor langsung proses distribusi bantuan pangan dari Bulog kepada warga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia memastikan bahwa bantuan tersebut harus sampai tepat sasaran dan diterima secara penuh oleh masyarakat.
“Hari ini kita di Komisi IV sedang mengawal pembagian subsidi beras dari Bulog kepada masyarakat Indonesia, terutama yang berada di DTSEN, data kurang mampu,” ujar Rahmat.
Ia juga menyampaikan informasi terbaru mengenai tambahan jenis bantuan yang diberikan pemerintah. “Selain beras 10 kg per bulan periode Oktober, juga dapat masing-masingnya 2 kg minyak goreng. Jadi diakumulasi dua bulan, pada periode ini akan dibagikan 20 kg beras beserta 4 liter minyak goreng untuk jatah Oktober–November,” jelasnya.
Rahmat berharap seluruh mekanisme distribusi berjalan transparan dan tidak disalahgunakan oleh pihak manapun. Menurutnya, program ini sangat penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Tentu kita berharap jangan sampai ada pihak yang bermain,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penyaluran bantuan ini mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan cakupan yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.