Jakarta (06/11) — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), dalam Rapat Kerja dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi memperjuangkan peningkatan layanan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 serta penambahan kuota petugas haji dari unsur mahasiswa Indonesia yang belajar di Timur Tengah.
HNW beralasan bahwa para mahasiswa tersebut memiliki kemampuan berbahasa Arab, memahami tata cara berhaji dan budaya Arab Saudi, serta memiliki fisik yang prima sehingga dapat memberikan pelayanan dan pendampingan optimal bagi jamaah haji Indonesia.
“Saya minta Menteri Haji mempertimbangkan aspirasi para mahasiswa di Timur Tengah dengan melakukan rekrutmen mahasiswa Indonesia sebagai tenaga musiman yang mendampingi jamaah haji. Selain karena profesionalitas mereka, pelibatan mereka juga sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pendidikan mereka sebagai kader ulama penerus bangsa,” ujar Hidayat dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI terkait Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji, Rabu (5/11).
Hidayat, yang merupakan Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II (termasuk Luar Negeri), menjelaskan bahwa usulan tersebut selain untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, juga merupakan aspirasi yang banyak disampaikan kepadanya oleh para mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.
Usulan HNW itu disepakati oleh forum Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah, dan menjadi kesimpulan rapat kerja yang mengikat untuk dilaksanakan. Kesimpulan tersebut menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah harus meningkatkan rekrutmen petugas dari unsur mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.
“Alhamdulillah, semoga hal ini benar-benar bisa diimplementasikan dengan baik. Kepada para mahasiswa Timur Tengah yang nantinya menjadi tenaga pendukung haji, saya berpesan agar melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, melayani jamaah haji Indonesia sepenuh hati,” sambungnya.
Hidayat juga menambahkan bahwa untuk memastikan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan ibadah jamaah haji Indonesia, ia meminta agar persoalan terkait kartu Nusuk yang sempat menyusahkan jamaah haji tahun sebelumnya tidak terulang lagi.
HNW mengusulkan agar kartu Nusuk didistribusikan sedini mungkin, bahkan sejak jamaah berada di embarkasi di Indonesia, sehingga mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan tenang tanpa kendala administrasi seperti tahun sebelumnya.
“Pada pelaksanaan haji tahun 2025, banyak jamaah kesulitan masuk ke Mekkah, dan yang sudah berada di Mekkah pun kesulitan masuk ke Masjidil Haram. Hal ini terjadi karena miskomunikasi antara Pemerintah Indonesia dengan Syarikah, sehingga kartu Nusuk terlambat dibagikan,” jelasnya.
“Untuk haji tahun depan, Kementerian Haji harus memastikan agar tidak lagi terjadi permasalahan dengan Syarikah seperti tahun lalu. Dalam rapat tadi juga disepakati agar Kementerian Haji mengupayakan pembagian kartu Nusuk sejak jamaah berada di embarkasi di Indonesia, dan memastikan Syarikah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Hal ini telah menjadi keputusan rapat yang bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah,” pungkasnya.