Makassar (06/11) — Anggota DPR RI Dr. Hj. Meity Rahmatia akhirnya memutuskan maju sebagai kandidat dalam pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan pada Musyawarah Olahraga Provinsi yang akan digelar pada 19 November 2025.
Keputusan itu tidak datang begitu saja. Menurut Ketua Yayasan Jantung Sehat Indonesia Sulsel tersebut, sebelumnya ia diminta oleh sejumlah cabang olahraga di Sulsel. Ia kemudian menimbang dengan matang sebelum memutuskan untuk maju.
Salah satu alasan Meity memenuhi permintaan cabang-cabang olahraga itu adalah keprihatinannya terhadap atmosfer olahraga di Sulsel yang dinilainya kurang semarak.
“Saya melihat beberapa indikator penting, di antaranya soal sarana dan prasarana olahraga. Semuanya perlu diperbaiki ke depan karena kondisi itu sangat berpengaruh terhadap capaian prestasi di berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” ungkapnya.
Hal lain yang juga menjadi perhatian, jelas Meity, adalah tata kelola organisasi olahraga di Sulsel yang perlu diperbaiki dengan manajemen yang transparan dan akuntabel.
“Sistem organisasi harus fokus dan berorientasi pada pengembangan prestasi serta kesejahteraan atlet. Itu tugas kita,” tegasnya.
Meity mengembalikan formulir pendaftaran pada Senin malam (3/11/2025). Politisi yang dikenal aktif di berbagai komunitas olahraga tersebut tiba di Kantor KONI Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 20.00 WITA.
Ia disambut langsung oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Sulsel, masing-masing Atman Amir, S.Pd., M.Pd., dan Ayuzar, S.T., S.H., M.H., didampingi Sekum Mujiburrahman, Waketum III Prof. Wasir Thalib, M.S., Humas Zulkifli Thahir, serta sejumlah pengurus lainnya.
Doktor di bidang manajemen tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada tim TPP karena keterlambatan pengembalian berkas. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru tiba dari Jakarta sekitar pukul 19.30 WITA dan langsung menuju kantor KONI Sulsel untuk menuntaskan proses pendaftaran.
Menurut Atman Amir, dari lima calon yang mengambil formulir, hanya dua nama yang mengembalikan berkas ke panitia. Dengan demikian, Meity akan berhadapan dengan politisi asal Kabupaten Gowa, Darmawangsa Muin.
Di dunia politik, Dr. Hj. Meity Rahmatia tentu sudah tidak asing bagi publik Sulsel. Namun, yang tidak banyak diketahui, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memiliki kepedulian besar terhadap dunia olahraga, kebugaran, dan kesehatan.
Selama ini, Meity dikenal aktif memotivasi anak muda dan kalangan perempuan melalui Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sulawesi Selatan, di mana ia dipercaya sebagai ketua.
Ia juga menakhodai Markandeya Yoga Sulawesi Selatan dan Kebugaran Lansia Pra Lansia Indonesia. Meski tidak bersentuhan langsung dengan cabang olahraga yang diperlombakan di event daerah, nasional, maupun internasional, semangat pengelolaannya tetap sama.
Di YJI, Meity tercatat berhasil membawa organisasi tersebut meraih medali emas dalam sejumlah lomba senam sehat, baik berskala lokal maupun nasional.
Mengapa istri dari pengusaha dan tokoh Gowa, H. Abdul Samad Hamid, ini aktif di berbagai kegiatan olahraga? Selain motivasi pribadi untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, menurutnya, selama aktivitas itu bermanfaat bagi orang lain, maka kesempatan itu tidak boleh disia-siakan.
“Sebaik-baik di antara kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Itu ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang saya pedomani sampai sekarang. Karena itu, saya berani mengambil setiap tawaran atau kesempatan untuk memimpin sebuah organisasi,” jelasnya.
Meity tidak menampik bahwa tawaran untuk memimpin organisasi mungkin datang karena nilai tawarnya sebagai politisi dan anggota DPR RI. Namun, ia memandang bahwa kesempatan itu tidak salah dimanfaatkan selama niat dan orientasinya benar-benar untuk membangun organisasi.
“Bukan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk meningkatkan pengaruh politik, apalagi tempat mencari keuntungan ekonomi. Alhamdulillah, dalam hal ekonomi saya sudah bersyukur memiliki usaha di beberapa bidang. Saya merasa sudah cukup dengan itu,” ujarnya.
“Dan keluarga sangat mendukung. Suami memberikan saya ruang yang besar untuk mewakili perempuan berkiprah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat serta umat melalui jalan politik. Suami fokus mengurus usaha, sementara anak-anak saya ada yang sudah bekerja dan ada yang masih menuntaskan pendidikan di luar negeri. Dengan kondisi banyak waktu ini, saya ingin lebih banyak meluangkan waktu mengurus hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.