Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Aleg Komisi XII Meitri Soroti Kasus Motor “Brebet” di Jawa Timur, DPR RI Siap Kawal dan Evaluasi Pertamina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (29/10) — Anggota DPR RI Komisi XII, FPKS, Hj. Meitri Citra Wardani, menyoroti maraknya keluhan masyarakat di sejumlah wilayah di Jawa Timur terkait banyaknya sepeda motor yang mengalami “brebet” atau tersendat setelah mengisi bahan bakar di SPBU. Laporan terbanyak datang dari wilayah Tuban, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto.

Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan, Meitri menegaskan bahwa DPR RI akan berkoordinasi langsung dengan Pertamina untuk memastikan penyebab pasti dari gangguan mesin tersebut. Pemeriksaan akan difokuskan pada rantai distribusi dan kualitas bahan bakar, termasuk kemungkinan adanya kontaminasi air atau penurunan mutu pada BBM yang beredar di SPBU.

“Kasus ini bukan sekadar keluhan teknis masyarakat, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap mutu bahan bakar nasional. DPR RI akan memastikan investigasi dilakukan secara transparan dan terbuka,” ujarnya

Lebih lanjut, Meitri menyampaikan bahwa isu ini akan menjadi pembahasan khusus dalam rapat kerja antara DPR RI Komisi XII bersama Kementerian ESDM dan Pertamina.

“Kami akan membawa persoalan ini dalam rapat kerja dengan sektor migas agar ada kejelasan, tindakan tegas, serta langkah perbaikan sistemik. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada sanksi dan kompensasi bagi masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.

Meitri juga mengimbau masyarakat melaporkan SPBU tempat pengisian jika mengalami gejala brebet, dan tetap menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

Sebagai catatan, bahan bakar yang baik untuk sepeda motor adalah yang memiliki nilai oktan (RON) sesuai kebutuhan mesin —umumnya minimal RON 90 (Pertalite) atau lebih tinggi (Pertamax RON 92) agar pembakaran optimal dan mencegah mesin tersendat.

“Kami akan terus mengawal hasil uji laboratorium dan mendorong Pertamina untuk membuka hasilnya kepada publik. Kualitas BBM harus dijaga, karena menyangkut hajat hidup jutaan pengguna sepeda motor di seluruh Indonesia,” pungkas Meitri.