Jakarta (27/10) — Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, menghadiri dan memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII Pusat Advokasi Hukum & Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta.
Dalam sambutannya, Abdul Kharis menegaskan pentingnya menjaga semangat awal pendirian PAHAM Indonesia sebagai lembaga advokasi yang berpihak pada keadilan serta membela hak-hak rakyat kecil.
“Secara historis, PAHAM Indonesia didirikan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar di bidang hukum, khususnya membantu mereka yang terzalimi dan memiliki keterbatasan dalam akses hukum, ekonomi, maupun sosial politik. Prinsip ini harus menjadi landasan penting dalam setiap aktivitas pegiat PAHAM di mana pun berada, bahkan ketika sudah purna tugas dan berkiprah secara profesional,” ujar Kharis.
Lebih lanjut, Kharis menjelaskan bahwa secara filosofis, PAHAM Indonesia lahir dari semangat kesederhanaan dan keberanian untuk memperjuangkan keadilan di tengah keterbatasan.
“Jangan sampai semangat awal ini luntur. Justru dari kesederhanaan itulah lahir kekuatan moral yang membuat PAHAM terus menjaga marwahnya sebagai lembaga advokasi yang amanah dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Dalam konteks kekinian, Kharis menyoroti tantangan dunia hukum Indonesia yang semakin kompleks. Ia menilai, penegakan hukum masih dihadapkan pada berbagai ujian sistemik, termasuk di lingkungan aparat penegaknya.
“Kondisi yang belum ideal ini justru memerlukan sentuhan nilai-nilai Pancasila dan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kehadiran PAHAM Indonesia diharapkan mampu mewarnai, bukan tercampur, dalam dinamika penegakan hukum. Tujuannya agar hukum benar-benar berpihak kepada rakyat dan memberi keadilan yang seadil-adilnya,” tutup Kharis.