Jakarta (20/10) — Setahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, kualitas pelayanan publik di sejumlah bidang mulai terasa membaik. Diantaranya yang dianggap mengalami kemajuan ialah pelayanan di bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hal ini diakui oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hj. Meity Rahmatia.
Politisi yang tergabung di Komisi XIII DPR RI itu mengutarakan bahwa kemajuan ini ia saksikan langsung selama kunjungannya ke sejumlah kantor wilayah direktorat jenderal imigrasi maupun pemasyarakatan di berbagai daerah. Termasuk ke Lapas-Lapas dan rumah tahanan.
“Saya dan teman-teman di Komisi XIII telah berkali-kali melakukan kunjungan dalam rangka pengawasan dan evaluasi program ke kantor wilayah imigrasi maupun pemasyarakatan. Dari aspek pelayanan, ada indikasi mengalami perubahan ke arah yang lebih baik meski masih banyak yang perlu dibenahi,” ungkapnya.
Terakhir ini jelas Meity, Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp8,3 triliun per 17 Oktober 2025, atau meningkat sekitar 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7 triliun. Pencapaian ini ungkapnya, membuktikan peningkatan tata kelola Keimigrasian yang berorientasi pada transparansi, kepatuhan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditekankan oleh Presiden Prabowo.
“Sesungguhnya ini bisa dicapai sejak dahulu. Kita memiliki potensi sumber pendapatan negara yang besar. Tapi banyak Fraud-nya. Nah, pemerintahan Presiden Prabowo benar-benar menekankan pelayanan birokrasi yang transparan dan akuntabel sehingga pendapatan di berbagai sektor bisa maksimal. Termasuk di keimigrasian,” jelasnya.
Sementara di pemasyarakatan, politisi yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut menyebut sejumlah indikator perubahan ke arah lebih baik. Diantaranya adalah adanya upaya perbaikan manajemen atau tata kelola Lapas seperti pendisiplinan petugas dan pemberantasan Narkoba di dalam Lapas.
“Persolan Lapas banyak. Dari manajemen sumber daya manusia, infrastruktur fisik, over kapasitas, Narkoba, hingga program-program pembinaan, dan lain sebagainya. Saya melihat saat ini mulai dibenahi satu per-satu. Setahun ini mulai ada perubahan. Saya optimis dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo semua masalah Lapas itu bisa diatasi satu-satu ke depan,” pungkasnya.