Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Hendry Munief: TVRI Siap Jadi Penyiar Resmi Piala Dunia 2026, Dorong UMKM hingga Ekonomi Kreatif

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/10) — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief, menyampaikan kabar penting terkait kesiapan TVRI sebagai penyiar resmi ajang Piala Dunia 2026. Hal ini disampaikan Hendry dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (02/10).

Hendry menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar TVRI menjadi televisi nasional yang mendapatkan hak siar Piala Dunia.

“Alhamdulillah, ada hal yang sangat menarik dalam rapat dengar pendapat bersama Direktur Utama TVRI, di mana Bapak Presiden Prabowo memberikan perintah langsung untuk TVRI menjadi yang nanti official untuk menyiarkan Piala Dunia. Dan kami bersama Komisi VII telah menyepakati dan menyetujui anggaran tersebut,” ujar Hendry.

Menurutnya, penyiaran Piala Dunia oleh TVRI bukan sekadar hiburan, melainkan momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia nanti, kita bisa menghidupkan UMKM kita, warung-warung kopi, dan seluruh aktivitas industri kecil menengah yang akan tumbuh karena masyarakat bisa menyaksikan tayangan tersebut,” jelasnya.

Selain membahas hak siar Piala Dunia, Hendry juga menyoroti potensi besar ekonomi kreatif di Batam yang ia temui saat kunjungan kerja.

“Di Batam, khususnya Nongsa, ada infinite studio yang sudah ribuan produksinya dengan ratusan klien dari mancanegara. Luar biasa sekali potensi ekonomi kreatif dari generasi muda kita yang membuat berbagai macam animasi-animasi,” ungkapnya.

Hendry menambahkan, potensi besar ini harus terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah melalui kawasan ekonomi khusus di Batam yang memang dipersiapkan untuk industri kreatif.

“Begitu banyak animasi dari berbagai negara ternyata berasal dari Indonesia. Ini luar biasa potensinya. Kita akan bahas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif agar potensi ini bisa berkembang lebih baik lagi,” pungkas Hendry.