Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bahas Revisi UU Kepariwisataan, Izzuddin Alqassam: Harus Jadi Acuan Utama Kembangkan Pariwisata Berbasis Agama dan Budaya

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/10) — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menegaskan pentingnya Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjadi acuan utama dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (02/10).

Alqassam mengungkapkan bahwa Panitia Kerja (Panja) Kepariwisataan di komisinya telah menyelesaikan pembahasan RUU tersebut dan siap dibawa ke tahap pengambilan keputusan tingkat II.

“Alhamdulillah, kami di Komisi, terutama Panja Pariwisata, telah menyelesaikan pembahasan di Komisi dan insya Allah hari ini akan ada pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan terhadap RUU tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan,” ujarnya.

Menurutnya, revisi UU Kepariwisataan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai agama dan kebudayaan dalam pengembangan pariwisata nasional.

“Mudah-mudahan undang-undang ini ke depannya bisa menjadi acuan utama untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia. Di dalamnya terutama kita punya pembahasan tentang norma agama, kebudayaan tentunya, bukan hanya mengenai ekonomi, tapi kita harap agama dan kebudayaan bisa menjadi salah satu tujuan kita dalam memperharapkan dengan undang ini,” jelasnya.

Alqassam optimis ke depan destinasi pariwisata Indonesia akan semakin dikenal di kancah internasional dengan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional sekaligus mengedepankan jati diri bangsa.

“Ke depannya kita bisa lebih mengembangkan destinasi-destinasi yang ada, kemudian destinasi kita menjadi lebih dikenal di kancah internasional. Ini bisa membawa dampak baik bagi Indonesia, karena dengan peningkatan wisatawan mancanegara, negara lain akan lebih tertarik untuk datang ke destinasi-destinasi kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Alqassam juga menyinggung momentum spesial karena Rapat Paripurna bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

“Hari ini kita juga spesial karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Kita menggunakan batik, dan budaya kita bisa lebih dikenal di kancah internasional. Warga negara Indonesia juga bisa lebih bangga lagi memakai batik. Bangga pakai batik,” tutupnya.