Jakarta (01/10) — Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., menegaskan bahwa riset memiliki peran strategis sebagai investasi utama yang melampaui batas akademik, menjadikannya kunci akselerasi ekonomi berkelanjutan bagi bangsa.
Pernyataan ini disampaikan dalam seminar nasional bertajuk “Membangun Ekonomi dan Bisnis Keumatan melalui Riset dan Inovasi kelembagaan untuk UMKM dan masyarakat” yang digelar Komisi X DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan STIT An Nuaimy di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Seminar ini dihadiri 83 peserta dari kalangan akademisi, UMKM, dan masyarakat, dengan tujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya riset sebagai fondasi inovasi.
Pria yang akrab disapa Fikri ini menekankan bahwa riset berfungsi sebagai “mata air informasi yang jernih” yang esensial untuk perencanaan yang berhasil. Ia mengutip adagium manajemen modern.
“Perencanaan yang baik adalah yang didahului penelitian (riset)”. Ia menambahkan, “Riset mengubah dugaan (asumsi) menjadi kepastian (fakta),”katanya.
Menurutnya, hasil kerja BRIN berkontribusi krusial bagi ketahanan bangsa, seperti menciptakan inovasi di sektor strategis (pengembangan formula obat, alat kesehatan berteknologi tinggi) untuk memutus ketergantungan impor.
Selain itu, riset BRIN mendukung akselerasi pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan penginderaan jauh (remote sensing) guna memprediksi hasil panen secara efisien.
Fikri menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan antara DPR RI, BRIN, lembaga pendidikan, dan masyarakat, agar hasil riset menjadi solusi nyata bagi UMKM dan rujukan kebijakan publik.
Senada dengan hal itu, Praktisi Bisnis Keumatan, Agung Yulianto, dan Ketua STIT An Nuaimy, KH. Itang Rusmana, menekankan bahwa bisnis keumatan harus berlandaskan nilai keislaman dan aspek profesionalitas, berkelanjutan, dan kolaboratif.
“Peta jalan bisnis secara praktis dalam berbasis nilai keislaman yang adil dan berorientasi dunia akhirat, dengan menekankan aspek profesionalitas, berkelanjutan dan kolaboratif dalam menjalan usaha atau bisnis,”kata Agung.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Wihatmoko Waskitoaji, mendukung hal ini dan menjelaskan lembaganya berkomitmen memastikan hasil riset dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan UMKM.
Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian program pendampingan, termasuk Pendampingan Inovasi Akar Rumput (PIAR) dan Pendampingan Usaha Mikro Berbasis Iptek (PUMI), yang dilaksanakan sepanjang 2023 hingga 2025.