Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Permasalahan Sampah Kian Mengkhawatirkan, Ateng Sutisna Dorong Solusi dari Hulu hingga Hilir

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (24/09) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menegaskan bahwa penyelesaian masalah persampahan tidak bisa hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di hulu, yakni rumah tangga. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi sampah.

“Tanpa pengelolaan di sumbernya, sampah tidak akan terpilah minimal ke dalam empat kategori: organik, anorganik yang masih bernilai komersial, residu non-komersial, serta limbah B3 domestik. Akibatnya, semua sampah hanya menumpuk di TPA dan berubah menjadi gunung sampah,” tegasnya.

Menurut Ateng, seharusnya hanya residu non-komersial dan limbah B3 rumah tangga yang berakhir di TPA. Sampah organik maupun anorganik bernilai ekonomis masih bisa dimanfaatkan sehingga tidak perlu masuk TPA.

“Jika sampah organik dan anorganik dikelola dengan baik, separuh persoalan sampah sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penyelesaian di hulu tidak akan efektif tanpa penataan di hilir.

“Separuh masalah di hulu baru akan tuntas jika pemerintah juga membereskan separuh persoalan di hilir, yaitu memastikan adanya off-taker atau pihak yang menyerap hasil pemanfaatan sampah dari hulu tersebut,” tambahnya.

Karena itu, Ateng mendorong Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemerintah daerah untuk serius menuntaskan persoalan persampahan dari hulu hingga hilir. Dengan sinergi yang kuat, beban TPA dapat dikurangi dan pengelolaan sampah menjadi lebih berkelanjutan.

“Jangan tunggu TPA berubah menjadi gunung sampah baru kita bergerak. Masalah ini bisa selesai jika hulu dan hilir dibereskan secara bersamaan,” pungkasnya.