Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Jazuli Juwaini Apresiasi Sikap Tegas Presiden Prabowo di PBB, Desak PBB Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (24/09) — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang dengan tegas menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York.

“Kita harus apresiasi. Saya tentu sebagai anak bangsa bangga dengan kehadiran Pak Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB. Itu menunjukkan tekad yang kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina, sesuai amanat konstitusi kita agar Indonesia berperan aktif mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Jazuli dalam sesi wawancara di TVOne, Selasa (23/09) malam .

Jazuli menilai kehadiran Indonesia di forum internasional di era Presiden Prabowo telah mengembalikan marwah bangsa di kancah global.

“Kalau saya ke luar negeri pakai peci, orang langsung bilang ‘Soekarno’. Nah, sekarang ini berbeda dengan 10 tahun lalu yang sering absen. Presiden Prabowo selalu hadir di forum internasional, ini kebanggaan sekaligus mengangkat martabat Indonesia,” imbuhnya .

Terkait isu Palestina, Jazuli yang juga merupakan Utusan Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Timur Tengah menegaskan bahwa jalan untuk menghentikan penjajahan Israel ada dua: tekanan politik internasional yang kuat, serta pengiriman pasukan perdamaian oleh PBB.

“Israel tidak bisa diharapkan mengakui kemerdekaan Palestina. Karena itu, Dewan Keamanan PBB harus segera mengirim pasukan perdamaian dari negara-negara anggota agar kebrutalan Israel terhadap warga Gaza bisa dihentikan,” tegasnya .

Ia juga menyoroti sikap Amerika Serikat yang terus memveto resolusi terkait Palestina.

“Amerika yang katanya menjunjung tinggi demokrasi justru menjadi ganjalan utama dengan hak vetonya. Karena itu, saya setuju dengan negara-negara seperti Turki yang menuntut PBB direformasi. Hak veto sudah tidak relevan dengan prinsip demokrasi,” ujar Jazuli .

Menurutnya, semakin banyak negara yang mendukung Palestina seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat pengakuan kemerdekaan.

“Dari 142 negara kini sudah lebih dari 150 yang mendukung Palestina. Dengan dukungan sebesar itu, mestinya kemerdekaan Palestina segera terwujud,” pungkasnya