Jakarta (28/08) — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. KH. Ahmad Heryawan, Lc.,M.Si mendesak Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) segera mengambil langkah tegas dan konkret dalam menyelesaikan persoalan penembakan yang menimpa warga negara Indonesia di kawasan perbatasan dengan Timor Leste. Kasus penembakan ini tidak hanya menyangkut aspek kemanusiaan, tetapi juga menyentuh kedaulatan negara serta keamanan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, BNPP bersama kementerian/lembaga terkait harus segera memastikan perlindungan maksimal bagi WNI yang tinggal di
perbatasan.
“Perbatasan adalah beranda depan negara. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang merasa tidak terlindungi.
Penembakan terhadap warga Indonesia adalah bentuk pelanggaran serius yang harus segera diselesaikan dengan langkah diplomasi maupun penegakan hukum.”Ungkap Kang Aher di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini meminta BNPP berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat agar insiden serupa tidak kembali terulang. Oleh karena itu, peningkatan patroli keamanan, penyelesaian batas wilayah yang jelas, serta penguatan hubungan bilateral dengan Timor Leste merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
“Pentingnya perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi di kawasan perbatasan. Dengan demikian, warga tidak hanya merasa aman,
tetapi juga merasakan kehadiran nyata negara dalam kehidupan sehari-hari.” Tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Terakhir Anggota F-PKS DPR RI Periode 2024-2029 daerah pemilihan Jawa Barat 2 ini mendesak BNPP melaporkan langkah-langkah penyelesaian kasus ini kepada DPR RI dalam waktu dekat sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Perbatasan bukan hanya garis terluar, tapi juga wajah Indonesia. Negara harus hadir memberikan rasa aman, kesejahteraan, dan perlindungan bagi rakyatnya.
“Kami di Komisi II akan terus mengawal persoalan ini, Perbatasan bukan hanya garis terluar, tapi juga wajah bangsaIndonesia. Oleh karena itu, negara harus hadir memberikan rasa aman, kesejahteraan, dan perlindungan bagi rakyatnya.” Demikian tutup Kang Aher.