Jakarta (20/08) — Aktivis muda sekaligus aktris, Chiki Fawzi, mengajak generasi muda untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan dengan aksi nyata melalui karya, inovasi, dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Hal ini ia sampaikan dalam pemaparan materinya pada acara Grand Launching Lomba Baca Teks Proklamasi ala Bung Karno yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPR RI, Selasa (19/08).
Chiki menekankan pentingnya peran anak muda dalam membangun sektor strategis bangsa, termasuk pangan dan industri kreatif. Ia menilai banyak potensi Indonesia yang masih kurang dilirik generasi muda.
“Sekarang ini anak muda tuh menganggap sektor pertanian belum begitu seksi. Padahal Indonesia kaya sekali dengan sumber daya pangan. Kehadiran sosok-sosok muda keren bisa meluluhkan stigma itu dan mendorong mereka terjun di industri pangan,” ungkapnya.
Selain itu, Chiki juga berbagi pengalamannya sebagai kreator animasi hingga host program perjalanan, yang membuatnya terpapar dengan isu Palestina. Ia menekankan bahwa dukungan Indonesia kepada Palestina bukan sekadar solidaritas, melainkan bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Indonesia benar-benar berhutang konstitusi pada Palestina. Kita tidak boleh lupa bahwa pengakuan kemerdekaan Indonesia di dunia internasional juga diperjuangkan lewat dukungan tokoh-tokoh Palestina,” tegasnya.
Chiki bahkan mengaitkan perjuangan tersebut dengan usahanya dalam bidang fesyen melalui brand Cikigo, yang ia gunakan sebagai medium kampanye pop culture untuk mengingatkan publik agar terus mendukung Palestina.
“Salah satu ikhtiar saya adalah membuat produk-produk yang bisa menjadi pengingat, bahwa kita harus membersamai Palestina sampai merdeka,” tambahnya.
Menutup pemaparannya, Chiki mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dirasakan jika bangsa ini terus mengisi ruang-ruang kebebasan dengan karya dan kepedulian.
“Kemerdekaan itu hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan di dunia harus dihapuskan, kalau tidak, itu bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” pungkasnya.