Jakarta (19/08) — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menegaskan bahwa Lomba Baca Teks Proklamasi ala Bung Karno yang digelar Fraksi PKS DPR RI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah gerakan kebudayaan untuk menghidupkan kembali semangat kemerdekaan di kalangan generasi muda.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada Grand Launching Lomba Baca Teks Proklamasi ala Bung Karno yang berlangsung pada Selasa (19/08).
Alqassam menekankan bahwa proklamasi bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan “kode sumber bangsa” yang harus terus diingat dan dihidupkan oleh generasi penerus.
“Coba bayangkan 80 tahun lalu, Bung Karno dan Bung Hatta berdiri di sebuah rumah sederhana. Mereka membacakan teks singkat, tapi yang terjadi setelah itu luar biasa. Kemerdekaan lahir dari tindakan, dari usaha, dari keringat dan darah. Dan tugas kita sekarang adalah melanjutkan perbuatan itu dengan cara kita, dengan konteks zaman kita,” ujar Alqassam.
Menurutnya, musuh bangsa saat ini bukan lagi penjajah yang nyata, melainkan kelalaian generasi terhadap sejarah dan jati diri bangsa.
“Kalau dulu musuh kita jelas penjajah, sekarang musuh kita lebih halus, namanya lupa. Lupa akan sejarah, lupa akan jati diri,” tegasnya.
Ia menjelaskan, lomba baca teks proklamasi ini harus dimaknai lebih dari sekadar gaya-gayaan meniru Bung Karno, melainkan sebagai ritual kebangsaan yang memperluas gema proklamasi ke berbagai ruang kehidupan anak muda.
“Ini bukan sekadar lomba siapa yang paling mirip Bung Karno. Ini adalah ritual kebangsaan, cara kita mengingat jalan pulang. Bayangkan anak SMP di Ternate dengan suara bergetar membaca proklamasi, mahasiswa di Bandung merekam dengan ponsel, atau diaspora Indonesia di Jepang membacakan dari kamar kecilnya. Semua itu adalah gema proklamasi,” jelasnya.
Alqassam mengajak generasi muda untuk memaknai proklamasi bukan sekadar teks sejarah, tetapi panggilan untuk bertindak nyata dalam membangun bangsa.
“Retorika itu penting, tapi lebih penting lagi adalah tindakan nyata. Proklamasi adalah janji-janji untuk merdeka, janji untuk bersatu, janji untuk membangun. Dan janji itu hanya bisa ditepati jika kita semua ikut serta,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Presiden PKS Dr. Al Muzammil Yusuf, Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Ledia Hanifa Amaliah, serta sejumlah tokoh pemuda, sejarawan, jurnalis, dan aktivis.