Jakarta (18/08) — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Surahman Hidayat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza, Palestina.
Legislator FPKS yang bertugas di komisi yang membidangi urusan agama dan sosial tersebut menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza bukan lagi sekadar dampak konflik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menuntut respons global.
Fakta terkini, imbuh Surahman, sepertiga penduduk Gaza tidak makan selama berhari-hari, 100.000 perempuan dan anak-anak sangat membutuhkan perawatan gizi, harga pangan melonjak drastis, dengan tepung mencapai 170 shekel/kg, dan lebih dari 1.000 truk bantuan dihancurkan oleh militer Israel.
“Di tengah blokade total dan kehancuran infrastruktur, kondisi kelaparan di Gaza telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan dan menyayat hati. Kelaparan telah menjadi senjata yang membunuh secara perlahan. Lebih dari 169 warga Gaza, termasuk 93 anak-anak, telah meninggal akibat malnutrisi. Ini bukan sekadar angka statistik—ini adalah jeritan kemanusiaan yang menuntut keberpihakan dan tindakan nyata,” ujar Surahman.
Surahman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan dan lembaga kemanusiaan Indonesia atas dedikasi dan keberanian dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah situasi yang sangat sulit dan telah bekerja tanpa pamrih.
BAZNAS, Lazisnu, Lazismu, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, MER-C, DT Peduli, Adara Relief International, Smart 171, dan INH adalah beberapa di antara mereka yang terus menyalurkan bantuan logistik, layanan medis, dan dukungan psikososial.
TNI AU bahkan bekerja sama dengan militer Yordania untuk menerjunkan bantuan langsung ke zona terdampak menggunakan pesawat Hercules C130.
“Dedikasi para relawan dan lembaga kemanusiaan Indonesia adalah bukti bahwa bangsa ini tidak hanya peduli, tapi juga hadir secara nyata di tengah penderitaan Palestina sebagai komitmen luar biasa dalam mendukung rakyat Palestina, baik melalui bantuan langsung di lapangan maupun penggalangan solidaritas nasional,” ujar anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS ini.
Surahman juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk membantu rakyat Palestina dengan mengirimkan lebih dari 4.400 ton logistik dan ratusan miliar rupiah dalam bentuk bantuan kemanusiaan.
Bahkan, 10.000 ton beras telah disiapkan sebagai hibah, dan lahan seluas 10.000 hingga 20.000 hektare di Sumatera Selatan dan Kalimantan akan dikelola bersama Palestina untuk menjamin suplai pangan jangka panjang.
Pemerintah Indonesia, kata Surahman, juga menyatakan kesiapan untuk mengevakuasi korban luka, anak yatim, dan pelajar Palestina ke Indonesia, jika diminta, serta aktif menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.
”Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam membela rakyat Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun diplomasi yang tegas di forum internasional,” imbuh Surahman.
Namun, Surahman juga mengingatkan agar agar diplomasi kemanusiaan terus diperkuat. Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan tekanan di forum internasional seperti PBB dan OKI, serta membuka jalur bantuan yang aman dan efektif.
Surahman juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan solidaritas—melalui doa, donasi, dan penyebaran informasi yang benar. Gaza mungkin jauh secara geografis, tapi penderitaan mereka telah mengetuk pintu hati bangsa ini. Hebatnya, Indonesia dengan segala keterbatasannya, memilih untuk tidak berpaling.
“Kita tidak boleh diam. Gaza adalah cermin bagi nurani dunia. Mari kita satukan doa, dukungan moral, dan bantuan nyata. Karena dalam setiap langkah bantuan, ada harapan yang dikirimkan. Dalam setiap doa yang terucap, ada cinta yang melintasi batas negara,” pungkas Surahman.