Jakarta (17/08) — Tagline HUT RI ke 80 ‘Bersatu berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ selaras dengan harapan Anggota DPR RI FPKS Meitri Citra Wardani—yang menekankan kedaulatan dalam pendidikan, kesehatan, pangan, sandang, dan kesejahteraan sosial—serta mengacu pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR pada Jumat, 15 Agustus 2025
“Harapannya apa yang disampaikan oleh Pak Presiden pada pidatonya tersebut benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam bentuk daulat pendidikan, kesehatan, pangan, sandang, dan kesejahteraan sosial bagi semua lapisan masyarakat” ungkapnya
Meitri menyampaikan optimisme bahwa berbagai kebijakan yang disampaikan Presiden mencerminkan langkah konkret menuju kesejahteraan rakyat,
Dalam pidato kenegaraan perdananya, Presiden Prabowo Subianto melaporkan capaian penting sepanjang 299 hari masa pemerintahannya—mulai dari pembangunan pendidikan dan pangan, hingga penguatan ekonomi dan sistem sosial yang inklusif, serta pemberantasan korupsi dan penataan tata kelola pemerintahan.
program unggulan pemerintah diberbagai sektor antara lain:
Optimalisasi 20% APBN untuk pendidikan, program cek kesehatan & makan begizi gratis (MBG) bagi lebih dari 18 juta warga, peningkatan kelas 66 rumah, pembangunan 2 juta hektare sawah baru, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih agar pangan terjangkau.
sektor kesejahteraan rakyat juga, Pembentukan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pembangunan Sekolah Rakyat untuk akses pendidikan inklusif, serta peningkatan kuota FLPP dan Tapera.
sektor Pemberdayaan Ekonomi Nasional: Pemulihan Rp 300 triliun APBN dari potensi penyalahgunaan anggaran, penerapan Pasal 33 UUD 1945 sebagai pondasi pengelolaan sumber daya, dan pembentukan lembaga investasi “Danantara” senilai USD 1 triliun guna mendorong hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.
Meitri menyambut baik seluruh capaian tersebut sebagai kerangka arah kebijakan yang mendekatkan cita-cita kemerdekaan kepada seluruh rakyat,
“Momentum 17 Agustus menjadi panggilan nyata agar setiap kebijakan tidak hanya ditetapkan, tetapi juga dirasakan oleh rakyat secara langsung sehingga tagline Bersatu Berdaulat bukan hanya untaian tapi menjadi hal yang nyata,” tutupnya