Jakarta (16/08) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Daerah Pemilihan NTB 2 (Pulau Lombok), Abdul Hadi menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah bekerja selama 299 hari.
Pernyataan ini disampaikan Abdul Hadi usai mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Abdul Hadi menilai, pidato tersebut mencerminkan arah pembangunan yang jelas untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, dengan fokus pada pemerataan, kedaulatan, dan kemakmuran rakyat.
Ia menggarisbawahi sejumlah capaian penting yang disampaikan Presiden, seperti pertumbuhan ekonomi 5,12% di kuartal kedua 2025, realisasi investasi Rp942 triliun, surplus beras dengan cadangan nasional tertinggi dalam sejarah, hingga program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 20 juta anak dan melibatkan jutaan pelaku usaha di desa.
“Capaian ini membuktikan pemerintah mampu bergerak cepat dan terukur. Namun tantangan kita masih besar. Kementerian yang menjadi mitra Komisi V DPR RI harus terus bekerja keras dan konsisten agar seluruh target Asta Cita benar-benar tercapai,” ujar Kapoksi V FPKS ini.
Fokus pada Infrastruktur dan Transportasi
Abdul Hadi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dan transportasi harus menjadi prioritas untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, dan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Ia mendorong percepatan pembangunan jalan nasional, jembatan, pelabuhan, bandara, serta transportasi publik, terutama di wilayah kepulauan, perbatasan, dan kawasan timur Indonesia termasuk NTB.
Ia juga mendukung kebijakan Presiden yang mewajibkan izin khusus bagi usaha penggilingan beras skala besar sebagai langkah melindungi petani dan konsumen dari praktik penimbunan dan manipulasi harga.
Pembangunan Desa dan Transmigrasi
Menanggapi rencana pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Abdul Hadi mengatakan program tersebut akan menjadi penggerak utama ekonomi perdesaan, memotong rantai distribusi, serta memastikan harga barang kebutuhan pokok terjangkau.
Ia juga menyoroti kebijakan pembukaan 2 juta hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang perlu disinergikan dengan program transmigrasi berbasis kawasan, dilengkapi infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Pengawasan dan Efisiensi Anggaran
Abdul Hadi mengapresiasi langkah Presiden yang berhasil menyelamatkan Rp300 triliun anggaran negara dari potensi penyalahgunaan untuk dialihkan ke program produktif. Sebagai anggota DPR RI, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal penggunaan anggaran di sektor infrastruktur, transportasi, dan pembangunan desa agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
“Kami di DPR siap mengawasi setiap program strategis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, dari kota besar hingga pelosok desa,” tegas Politisi PKS asal Lombok ini.
Ajakan di Momentum HUT ke-80 RI
Di akhir pernyataannya, Abdul Hadi mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pencapaian Asta Cita.
“Kita ingin rakyat kecil tersenyum karena tidak takut lapar, tidak takut sakit, dan tidak takut anaknya putus sekolah. Itulah tujuan kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkasnya.