Pontianak (18/07) — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Alifudin mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor pariwisata Kalimantan Barat.
Menurutnya, potensi pariwisata Kalbar sangat besar dan belum tergarap secara optimal, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor untuk mempercepat kemajuan sektor ini.
Dalam pernyataannya, Alifudin menekankan pentingnya peran aktif Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk lebih serius menggarap potensi destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama agar daya tarik wisata Kalbar semakin meningkat, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Sektor pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kalbar. Tapi itu hanya bisa terwujud jika kita menjamin rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan,” tegas Alifudin.
Alifudin juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung dan promosi wisata yang tepat sasaran menjadi kunci penting dalam menarik minat wisatawan.
Lebih lanjut, Alifudin juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Daerah Kalimantan Barat dalam mengembangkan aksesibilitas wisata, termasuk pembenahan pengelolaan bandara.
“Saya mendorong agar Bandara Supadio di Pontianak dan Bandara Singkawang bisa dikembangkan agar melayani penerbangan dari berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri. Ini sangat penting untuk membuka pintu masuk wisatawan secara lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan konektivitas udara akan sangat berdampak positif terhadap sektor pariwisata Kalbar, mengingat wilayah ini memiliki destinasi unggulan seperti Taman Nasional Danau Sentarum, Bukit Kelam, serta wisata budaya dan kuliner khas Kalimantan Barat yang unik dan potensial.
“Dengan akses yang mudah, wisatawan tidak ragu untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di daerah kita,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat dari Kalimantan Barat, Alifudin menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu pengembangan pariwisata dalam forum-forum resmi di DPR RI, serta mendorong peningkatan anggaran dan program lintas kementerian yang mendukung percepatan pembangunan sektor ini.
“Kalimantan Barat memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi ini benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” tutupnya.