Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Alifudin Dorong Kolaborasi Sekolah Vokasi Tingkatkan Daya Saing SDM Industri

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (18/07) — Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Alifudin, mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antara sekolah-sekolah vokasi di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti).

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap bersaing di sektor industri nasional maupun global.

Alifudin menilai bahwa sekolah vokasi memegang peranan strategis dalam menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, menurutnya, perlu ada integrasi kurikulum, pertukaran program pelatihan, serta sinergi dalam penyediaan fasilitas dan tenaga pengajar antara lembaga pendidikan vokasi dari dua kementerian tersebut.

“Kolaborasi antar sekolah vokasi ini penting agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh SDM yang punya keahlian sesuai kebutuhan pasar industri, bukan hanya lulusan yang menganggur karena tidak relevan,” ujar Alifudin.

Alifudin menambahkan, penguatan sekolah vokasi harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari kurikulum, pelatihan praktis, hingga penempatan kerja. Penguatan ini dilakukan agar tercipta kolaborasi yang baik dari Kemenperin dan Kemendikti terhadap sekolah vokasi.

Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Alifudin menyatakan kesiapannya untuk mendorong peningkatan alokasi anggaran bagi sekolah-sekolah vokasi di bawah Kemenperin dan Kemendikti. Menurutnya, dukungan anggaran sangat krusial untuk membangun fasilitas pelatihan yang modern dan memperkuat kemitraan dengan industri dalam negeri.

“Kalau kita ingin industri kita maju, SDM-nya harus unggul. Dan itu dimulai dari investasi pendidikan vokasi yang serius. Saya siap perjuangkan anggaran untuk ini,” tegas politisi PKS tersebut.

Alifudin juga mendorong agar dunia industri turut terlibat aktif dalam proses pendidikan vokasi, baik melalui program magang, sertifikasi, maupun penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan. Dengan langkah kolaboratif ini, Alifudin berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar tenaga kerja, tetapi juga mampu mencetak tenaga ahli yang mampu bersaing dan berkontribusi pada pertumbuhan industri nasional.

“Pembangunan SDM bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kita harus bangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat dan adaptif,” pungkasnya.