Jakarta (05/12) — Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyatakan komitmen Fraksi PKS dalam mengokohkan nilai-nilai keumatan sekaligus mengingatkan peran pesantren, kiai, dan santri, kepada generasi muda Indonesia.
Salah satu bentuknya, kata Jazuli, ialah dengan penyelenggaraan Lomba Baca Kitab Kuning yang konsisten diadakan tiap tahunnya.
Hal itu disampaikan Jazuli saat memberikan keynote speech dalam acara Final Lomba Baca Kitab Kuning Edisi VII Tahun 2023 Fraksi PKS DPR RI di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (05/12).
“Fraksi PKS tetap menjaga konsistensi menyelenggarakan berbagai macam lomba. Ada lomba yang sifatnya keumatan. Ada lomba yang sifatnya mengokohkan nasionalisme Indonesia. Lomba yang menyangkut keumatan, salah satunya adalah Lomba Baca Kitab Kuning yang sudah tujuh tahun berturut-turut diadakan sejak 2016. Ada pemilu ataupun tidak ada pemilu, Fraksi PKS tetap menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning. Artinya, lomba ini bukan untuk kepentingan politik praktis menghadapi pemilu”, ungkap Anggota Komisi I DPR RI ini.
Dalam paparannya, Jazuli menyebut Lomba Baca Kita Kuning ditujukan untuk mensyukuri dan mensyiarkan Hari Santri Nasional.
“Sebagaimana kita pahami, Hari Santri Nasional dipilih bertepatan dengan resolusi jihad yang dikabarkan oleh Hadratus syekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Dan perlu diketahui, pemilihan Hari Santri Nasional disejajarkan dengan Resolusi Jihad Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, tidak terlepas, diakui atau tidak, diusulkan oleh kader terbaik PKS, yakni Dr. Hidayat Nur Wahid”, ujar Jazuli.
Jazuli menegaskan peran besar dari pesantren, kiai, dan santri, yang harus terus diperingati dan diteladani oleh bangsa Indonesia.
Baca Juga : Tutup Final Lomba Baca Kitab Kuning, Presiden PKS Ajak Santri Bertekad Masuk Parlemen
“Pesantren telah hadir, kiai telah hadir, santri telah hadir, sebelum Republik Indonesia merdeka. Fraksi PKS DPR RI memahami dan menyadari betul kontribusi pesantren, kiai, dan santri sangat besar bagi republik ini, maka kami abadikan salah satunya dengan Lomba Baca Kitab Kuning. Kami tidak ingin ada mata rantai yang terputus dari peran para kiai, peran santri, dan peran pesantren, yang sudah tertoreh sebelum dan setelah Indonesia ini merdeka”, tegas Anggota DPR RI dari Dapil Cilegon dan Serang ini.
Terakhir, Jazuli pun menyebut bahwa Fraksi PKS dengan sengaja dan serius melaksanakan Lomba Baca Kitab Kuning ini untuk menanamkan rasa cinta generasi bangsa ini terhadap Bahasa Arab.
“Karena bahasa Arab adalah bahasa surga, bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran, bahasa Arab adalah bahasa hadist, bahasa Arab adalah bahasa literatur-literatur keIslaman yang disusun dan dikarang oleh ulama salafush shalih. Agar kitab bisa mengerti rujukan-rujukan yang original, Al-Quran, hadist, dan literatur-literatur dari salafush shalih, maka kita harus mengerti bangsa Arab. Untuk menstimulasi minat generasi muda terhadap Bahasa Arab tersebut, maka Fraksi PKS menyelenggarakan lomba ini setiap tahun”, pungkasnya.