Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Peringatan Maulid Nabi SAW PKS Dihadiri Tokoh-tokoh Umat, Kukuhkan Semangat Pelayan Rakyat

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (04/12) — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut, Maulid Nabi menguatkan komitmen PKS untuk menjadi pelayan rakyat seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

Hal itu disampaikannya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kantor DPTP PKS, Jakarta pada Ahad (4/12/2022).

“Saya ingin mengingatkan kepada diri saya Dan juga struktur di PKS baik di DPP, DPW, DPD, dan DPC sampai ke DPRa marilah kita menghidupkan upaya untuk menjadi pelayan-pelayan rakyat karena Rasulullah SAW sudah memerintahkan kita untuk menjadi Sayyidul qaum wa khadimuhum,” ucap Syaikhu.

“Mari kita layani rakyat yang sedemikian banyak menderita apalagi dengan tambahan bencana di beberapa daerah di Cianjur gempa bumi belum selesai Cianjur Saya dengar juga terjadi gempa bumi di Garut di Sumatera Utara mengalami banjir yang saya kira inilah pelayanan yang harus kita berikan dengan memberi pelayanan yang terbaik pada masyarakat di sekitar kita,” sambungnya.

Baca juga: Ketua FPKS DPR Instruksikan Aleg PKS Potong Gaji Bantu Korban Gempa Cianjur

Syaikhu menyebut, selain menguatkan komitmen pelayanan, menghidupkan sikap kedermawanan juga perlu untuk ditingkatkan dalam momentum peringatan Maulid Nabi.

Yang kedua kita meyakini bahwa dalam pelayanan sedemikian banyak masalah yang harus diselesaikan dan tidak memungkinkan masyarakat di sekitar menyelesesaikannya sendiri saya juga menghimbau kepada kita semua untuk Mari kita hidupkan kedermawanan apa yang sudah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” tegas Syaikhu.

“Sedemikian rupa sifat kedermawanan ini sangat diperlukan dalam hari-hari ini Dan mudah-mudahan ini menjadi bagian untuk memunculkan kecintaan diantara kaum Mukmin dan sesama anak bangsa,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif menyebut, PKS memiliki banyak persamaan dengan Nahdlatul Ulama salah satunya dengan menyelenggarakan Maulid Nabi.

“Saya meyakini betul bahwa kedatangan pada forum Maulid Nabi yang diniati secara ikhlas dan karena kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mampu menghilangkan perbedaan apalagi perpecahan,” tutur Samsul.

“Dan alhamdulillah dan banyak hal PKS sudah banyak persamaannya dengan dengan Nahdlatul Ulama salah satunya adalah memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” sambungnya.

Baca juga: Aleg PKS Dorong Kemenag Bantu Percepatan Pemulihan Madrasah dan Ponpes di Cianjur

KH. Samsul Ma’arif juga memberi apresiasi atas usaha PKS untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan dengan menggelar lomba baca Kitab Kuning yang melibatkan tokoh-tokoh NU.

“Saya sering mendengar bahkan banyak warga NU yang dilibatkan tidak hanya sekadar maulidan tetapi juga kegiatan baca kitab kuning di acara PKS, banyak ustaz-ustaz NU diminta untuk membaca karangan hadratus Syekh Hasyim Ashari terutama yang terkait dengan risalah ahli Sunnah Wal Jamaah jadi Insya Allah semakin banyak persamaan antara NU dengan PKS,” tutur Samsul.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas Dalam rangka meneladani Nabi Muhammad agar setiap kita menerapkan nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan.

Baca juga: Reses di Karawang, Ahmad Syaikhu Berikan Bantuan pada Pengurus DPC dan Tokoh Masyarakat

Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah tersebut juga mengingatkan akan pentingnya menjaga persatuan, karena dengan persatuan yang kuat maka kemenangan akan terwujud. Salah satu caranya adalah dengan bersilaturahim.

“Kalau kita rajin silaturahim, maka rasa persatuan akan kuat,” ujarnya.

Menurutnya, dengar rasa persatuan yang kuat maka kita akan menang. Ia juga menyinggung nama PKS yang menurutnya memiliki filosofi yang luar biasa. Di mana keadilan diperlukan untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera.

“Kalau PKS ingin rakyat di negeri ini sejahtera, maka harus sungguh-sungguh menegakkan keadilan,” sambung Anwar.