Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bertemu Warga Diakhir Reses, Diah Nurwitasari: Kami Berjuang agar Subsidi Tak Dicabut!

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Kabupaten Bandung (01/11) — Dalam salah satu agenda reses, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Diah Nurwitasari melakukan kunjungan ke Yayasan Tarbiatul Insan An-Na’im di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial ini terletak di pinggiran sungai Citarum. Di kantor yayasan ini Diah bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat dan pengurus yayasan tersebut untuk menjaring aspirasi demi kemajuan masyarakat.

Acara jaring aspirasi ini berjalan lancar dan hangat, tokoh masyarakat yang hadir merasa bangga diundang ke acara tersebut.

“Saya terharu sekaligus bangga karena sepanjang saya hidup dan tinggal di sini, baru sekarang ada Anggota DPR-RI yang mau berkunjung ke kampung kami,” ucap salah satu Ketua RW yang hadir di acara reses ini.

“Terima kasih kepada Bapak-Ibu semua yang sudah hadir di acara ini, semoga kehadiran saya menjadi jalan kebaikan dan perbaikan bagi masyarakat di sini,” sapa Diah membuka silaturahimnya.

Diah pun melanjutkan pemaparannya tentang fungsi dan kinerjanya sebagai anggota DPR-RI.

“Selain ada masa sidang, kami ada masa reses yaitu saat dimana kami berkunjung ke dapil untuk menjaring aspirasi dari masyarakat yang nantinya akan kami sampaikan sebagai bahan dalam rapat-rapat kami di DPR-RI.” ungkap aleg perempuan dari daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan KBB ini.

“Salah satu fungsi kami adalah penganggaran program dan pengawasan terhadap program tersebut. Misalkan, kita anggarkan subsidi BBM dan kebutuhan energi untuk rakyat, maka kemudian kami akan awasi agar subsidi tersebut tepat sasaran dan sampai kepada rakyat,” sambung Diah yang juga anggota Komisi VII DPR-RI ini.

Diah menambahkan, pihaknya memang tidak bisa memberi uang secara langsung kepada masyarakat, tapi kami akan berjuang sekuat tenaga agar hak-hak subsidi masyarakat tidak dihapus oleh pemerintah.

“Contohnya, dalam setiap tabung gas 3 kg masyarakat disubsidi sekitar 30 ribuan rupiah pertabung yang kalau tanpa subsidi harganya bisa mencapai 50 ribuan,” ujarnya.

Tapi, jelasnya, dengan perjuangan di DPR masyarakat hanya membeli gas 3 kg itu dengan harga 20 ribuan saja.

“Insya Allah semua aspirasi yang Bapak-Ibu sampaikan kepada kami, akan kami perjuangkan demi kemajuan dan kebaikan kita bersama,” pungkas Diah.

Acarapun ditutup dengan seremoni tukar menukar cendera mata berupa plakat antara Diah Nurwitasari dengan pihak Yayasan Tarbiyatul Insan An Na’im.